Dia Bagian Dari Perjalanan, Bukan Tujuan Akhir
Hari ini aku mencoba duduk diam, membiarkan pikiran dan perasaan mengalir apa adanya.
Rasanya absurd. Seakan-akan sebagian dari hidupku mendadak hilang, padahal dunia tetap berputar. Orang-orang tetap berjalan, dan aku di sini—masih bertanya-tanya, “Apa benar ini sudah selesai?”
Namun satu hal mulai kuterima:
Dia memang bagian dari perjalanan,
Tapi bukan tujuan akhirku.
Kami pernah tumbuh bersama. Kami pernah menjadi rumah satu sama lain. Tapi tidak semua yang dimulai dengan cinta harus diakhiri dengan bersama. Kadang cinta tetap tinggal, meski orangnya tidak. Dan itu bukan kegagalan—itu adalah bentuk cinta yang telah menjalani takdirnya.
Aku tidak akan menyangkal kenangan. Aku juga tidak akan memusuhi masa lalu. Aku hanya ingin belajar berdamai. Menerima bahwa beberapa hal hadir untuk membentukku, bukan untuk menetap selamanya.
Dan hari ini, meski langkahku masih gemetar, aku mulai membangun ulang hidupku. Dengan lebih banyak ruang untuk diriku sendiri. Dengan harapan baru yang belum kupahami sepenuhnya, tapi siap kutemui di tikungan waktu berikutnya.
Karena aku tahu:
Perjalanan ini masih panjang.
Dan aku tetap pantas bahagia, meski tanpanya.
Komentar
Posting Komentar